Hunt : Aku Menyukainya!

~unedited version~

“Kesendirian ada bukan karna tak ada tapi karna tak mau”

Aku sangat menyukai musik. tentu saja karena musik, lebih tepatnya lagu, satu-satunya hal yang bisa kunikmati dengan inderaku. aku tak menyukai olahraga, dan aku membenci semua yang harus menggunakan anggota tubuh untuk bergerak. Aku lebih menyukai lagu mellow, termasuk musik romance tentunya. Mungkin karena lagu tersebut membuat pikiranku tenang. Meskipun aku tak mengerti liriknya, setidaknya alunan nada yang  menuju sel neutron di otakku, membuatku lebih nyaman. Bahkan terkadang secara tak sadar, aku ikut bernyanyi dengan suara pelan. Ya, ketika tak ada orang, mungkin aku akan ber karokean dengan earphone di telingaku. ketika aku bernyanyi, rasanya aku ingin menggerakan tubuhku, tapi aku tak bisa. hanya mulutku yang melantunkan suara dan mataku yang bergerak-gerak menikmati irama.

Ketika aku mendengar lagu, sepertinya sel neutron otakku menjadi lebih aktif. Muncul berbagai ide yang mengalir begitu saja, bahkan aku sering membayangkan hidupku sesuai lirik lagu yang kudengar, terlebih lagu romance, aku tak bisa membohongi diriku, aku selalu memikirkan diriku berada di sisi seseorang dan hidup bahagia. pikiran munafik seseorang yang sedang berada pada fasa galau. Kebiasaanku menikmati musik sepertinya merembet menjadi sebuah kebudayaan permanen sel-sel otakku. Sepertinya tanpa musik, aku kesulitan untuk belajar. bahkan ketika aku membaca sebuah buku, aku membutuhkan lagu untuk membantuku lebih fokus dan tentunya membantuku terhanyut kedalam situasi di dalam buku tsb.

Tapi aku menyadari kebenaran yang sesungguhnya. aku hanya membuat alibi pada diriku. Musik sebagai alibiku untuk menjauhi orang disekitarku. Sangat jarang aku melepas earphone di telingaku. aku menutup telingaku hanya karena aku tak ingin dan tak peduli apapun yang orang lain bicarakan, mungkin aku takut ketika mereka membicarakanku. aku memang lebih memilih berada di sudut ruangan ketika kondisi sedang ramai-ramainya. kursi kesayangakan di perpus adalah sudut di bagian utara. daerah terpencil yang jarang diduduki. hanya ada diriku, buku dan lagu yang membuatku tak kesepian.

Tapi, pada kenyataannya, aku tetap kesepian. lagu hanya membuatku membayangkan seseorang, ya, hal ini membuat diriku tak kesepian, tapi bayangan itu adalah bayangan semu yang belum nyata sama sekali. aku tak akan menyangkal, bahkan terkadang malah pikiran kotor yang lewat dibenakku. semua karena hormon, yang dapat dijadikan ukuran kedewasaan seseorang.

Dunia abad-22, kau bebas melakukan apapun di dunia maya. Ntahlah kau bisa membayangkannya sendiri. tak ada situs apapun yang di blokir. Hanya saja ARK mu yang akan menyesuaikan content umur dengan usiamu. Bebas? bebas bersyarat maksudku. Bahkan moral di abad ini tidak hilang, warisan nenek moyang yang menyebalkan, maksudku aku membenci kemunafikan mereka. bukankah percuma mereka menghalangi kita? bahkan ketika mereka memblock sebuah situs, kita menggunakan proxy, mengubah vpn untuk meng-unblock sebuah situs, lalu apa gunanya? manusia semakin dilarang toh akan semakin penasaran, berusaha  mencari tau. Bahkan ketika teknologi berkembang,kemanan berkembang, manusia juga berkembang. Kau tau? tidak sulit untuk meretes ARK, maksudku menghack umur di ARK. Bahkan itu adalah hal yang mudah dan telah menjadi rahasia umum.

Aku menyukainya, melanggar sebuah peraturan, bukankah menarik? bayangkan saja jika kau hidup hanya mengikuti peraturan, kapan kau bisa berbeda dari yang lain?. Hidupmu tak akan menarik tanpa itu. Kataku diam adalah sebuah kemunafikan. Manusia bukankah memiliki keinginan mereka masing-masing? kenapa mereka tak mau mengakuinya, tak mau mewujudkannya? ntahlah mungkin semua karena aturan, kau tak bisa bebas melakukan apapun di dunia ini, tidak, jika keinginan mereka memang buruk, menghina sebuah moral.

Sebuah tantangan, manusia membutuhkannya untuk berkembang. Dari zaman batu sampai zaman nano, bukankah tantangan yang membuat manusia berkembang? bahkan perubahan otak manusia didorong oleh kebutuhan untuk bertahan hidup. Lalu? bukankah semakin banyak tantangan, maka manusia semakin maju. Teknologi abad-22, bukankah lahir karena perkembangan mereka? bersaing? bukankah itu alasan manusia bisa menciptakan teknologi secanggih ini? VR, Robot, ARK, bahkan manusia telah menciptakan bot yang bisa berpikir sendiri, maksudku yang bisa mengupdate sistemnya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s